IPMMO Jawa dan Bali : Kondisi Mahasiswa Intan Jaya di Jawa dan Bali Memprihatinkan

KABAR-INTANJAYA/SUARAPAPUA.com— Karpus Belau, ketua umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Moni (IPMMO) di Pulau Jawa dan Bali mengungkapkan bahwa kondisi mahasiswa Intan Jaya di Jawa dan Bali sedang dalam kondisi yang memprihatinkan.

Karpus menjelaskan, kondisi mahasiswa IPMMO se Jawa dan Bali saat ini sangat memprihatinkan. Terutama dalam hal tempat tinggal (asrama dan pemondokan). Pada  bulan April, Pemkab Intan Jaya tanpa ada koordinasi dan komunikasi dengan pengurus IPMMO yang membawahi seluruh mahasiswa asal kabupaten Intan Jaya telah ke pulau Jawa untuk memperpanjang pemondokan bagi mahasiswa di Jawa dan Bali.

Namun sayangnya, kata Belau, pemondokan untuk dua kota studi, yakni Surabaya-Malang dan Bandung masih belum memiliki pemondokan.

“Kami badan penggurus sudah berusaha untuk menghubungi pihak pemerintah yang mengurus nasib mahasiswa, dalam hal ini bagian Kesra yang menanggani bantuan pemondokan dan pendidikan, namun tidak dapat direspon dengan baik hingga saat ini,” ungkapnya kepada suarapapua.com pada Sabtu (16/6/2018) kemarin.

Akibatnya, kata Belau,  mahasiswwa di kota studi Surabaya-Malang dan Bandung nasibnya masih terlantar.

“Mereka tidak punya pemondokan. Jadi saat ini beberapa mahasiswa dari kota studi tersebut sedang tinggal di asrama mahasiswa dari kabupaten lain dan ada juga yang numpang di kos teman dari daerah lain,” ungkapnya.

Untuk Asrama Kabupaten Intan Jaya yang merupakan aset daerah di kota study Yogyakarta saat ini tidak dalam keadaan baik. Karena listrik dan air sudah disegel pada hari kamis dua pekan lalu. Untuk sementara penghuni asrama saat ini sedang mengalami kesulitan dalam proses belajar karena tidak ada listrik dan air.

Selain itu, pihaknya sangat menyayangkan sikap pemerintah terkait bantuan study yang sudah dua tahun belakangan tidak terealisasi. Pada hal bantuan tersebut bagian dari pencapaian salah satu visi Intan Jaya pintar yang menjadi visi dari bupati saat ini.

“Kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah Intan Jaya soal batuan studi. Karena kebanyakan mahasiswa sudah putus kuliah dan cuti akibat tidak ada biaya,” ujarnya.

Dari data yang dimiliki badan pengurus IPMMO Jawa dan Bali, dari ratusan mahasiswa, 30 puluhan mahasiswa sudah putus kuliah dan cuti.

“Dari total 202 mahasiswa di Jawa dan Bali, 42 orang cuti dan putus kuliah. Ini tidak dihitung dengan semester berjalan. Sedangkan untuk keseluruhan mahasiswa di pulau Jawa dan Bali ada 202 orang,” ujarnya.

“Mahasiswa Intan Jaya tersebar di beberapa kota studi yaitu Jakarta-Bogor 37 orang. Kota studi Bandung 55 orang, 3 orang putus biaya dan 5 orang ambil cuti. Kota studi Surabay-Malang 52 orang, ambil cuti 5 orang dan putus biaya 15 orang. Kota studi Jogja-Solo ada 42 orang, putus kuliah 5 orang dan cuti 3 orang. Kota studi Semarang-salatiga 16 orang, putus kuliah 4 orang dan cuti 2 orang,” ungkapnya.

Sumber: Suara Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *